Pages

Monday, April 28, 2008

Orang Bodoh Vs Orang Pintar

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya di bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka di suruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.


Sunday, April 27, 2008

Sekolah Impian Masa Depan

Berani bermimpi, begitulah makna yang kutangkap dari novel tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Kisah hidupnya yang memukau dalam untaian novel setebal ratusan halaman lahap kubaca, tak ingin jeda. Akhir pekan ini kugunakan waktuku semua untuk menuntaskan novel yang luar biasa ini.

Mengenai impian, secara sadar atau tidak sering akan menjadi kenyataan dalam hidup. Setidaknya itu yang kualami.

Dahulu sekali, sebelum aku membaca buku Berpikir dan Berjiwa Besar karya David J Schwartz, aku sering membaca buku buku milik Oom yang banyak bertumpun di lemari kayu buatan sendiri, lemari yang dibuat tanpa seni sama sekali, tidak diketam supaya halus, apalagi dicat. Namun lemari atau tepatnya rak buku raksasa tersebut sangatlah kokoh, berukuran panjang dua meter, tinggi satu setengah meter, serta kedalaman setengah meter. Disitulah buku buku milik Ibuku dan saudara saudaranya yang berjumlah sembilan orang disimpan. Aku tidak ingat apa judul buku itu, tapi rasanya seperti buku pelajaran anak SD, tebakanku itu buku Bahasa Indonesia. Buku tersebut memuat banyak sekali cerita, dari cerita Malin Kundang, Budaya dan Negeri Minangkabau, sampai cerita shock culture orang kota yang berlibur ke pedalaman Mandailing.


Wednesday, April 02, 2008

Ayo ke Bank

Slogan ini dibuat oleh Bank Indonesia untuk sebagai kampanye kepada masyarakat untuk lebih rajin menabung ke bank. Salah satu brosurnya seperti gambar di atas. Menampilkan seorang anak kecil yang sedang menabung di celengan ayam. Sepertinya BI mau meracuni pikiran anak2 sebagaimana pikiran kita sewaktu kecil.

Isi dari brosur tersebut sebenarnya standar bank biasa. Dimulai dari pengantar yg menyatakan bahwa sejak kecil kita diajarkan menabung, dan kalau menabung di celengan itu bahaya, bisa hilang. Terus uang kita tidak bertambah karena tidak dapat bunga.

Kemudian dijelaskan tentang Apa Itu Tabungan? Di mana tempat menabung yg aman? Jawabannya tentu saja Bank. Uangnya dijamin oleh lembaga penjamin simpanan.

Info lainnya seperti, bagaimana membuka tabungan, setoran awal, saldo minimum, buku tabungan, kartu atm, BUNGA (!), biaya administrasi, keuntungan menabung, terakhir slogan:

Ayo ke Bank! Menabung Membuat Kalian Menjadi Mandiri

Apa masalah dari brosur tsb? Tentu saja, seperti sebagian besar iklan yg beredar di indonesia (seperti iklan tarif telp seluler), info yg diberikan sama sekali tidak lengkap, cuman yg baik2 saja.

Apa info yg tidak ditampilkan?

1. INFLASI uang kertas. Bank tidak pernah melakukan edukasi ke masyarakat tentang apa itu inflasi. Dan fakta yang jelas bahwa tingkat inflasi jauh lebih besar dari pada bunga bank + administrasi.

2. Yg paling parah. RIBA. Tentu saja bank tidak mau mengakui bahwa bunga adalah salah satu dari RIBA. Dosa besar dalam semua agama.

Dua itu saja sudah cukup untuk mendidik anak kita dan kita sendiri untuk MENGHINDARI bank sebagai sarana untuk menabung. Belum dihitung dosa RIBAnya.

Nah, meniru slogan tersebut:

Ayo Ke Bank! Ambil semua tabungan anda! Menabunglah dalam dinar dan driham. Tanpa Riba, Tanpa Inflasi.

Sumber: http://wakalasauqi.blogspot.com