Blog Alumni STM Negeri Kebumen [SMKN 2 Kebumen]

Belajar Valuta Asing Untuk Pemula, Gratis

Sunday, February 16, 2025

Alumni Teknik Mesin STM Negeri Kebumen Angkatan 1994 (Lulus 1997)

Hai, udah beberapa hari ini gue berpikir keras mencoba untuk mengingat nama teman teman Alumni Teknik Mesin STMN Kebumen yang sekarang dikenal dengan nama SMK Negeri 2 Kebumen, Jl. Jokosangkrip Kembaran, Kebumen, Jawa Tengah. Hasilnya saya berhasil mengingat nama nama tersebut, entah udah lengkap atau belum neh soalnya dah lama banget jadi agak lupa. Nanti nanti aja ya dilengkapi kalau ada yang belum kecatet.

Ide ini gw lakuin karena udah beberapa kali mencari di google menggunakan kata kunci nama teman teman tapi tak satupun yang muncul, kecuali nama gue sendiri (ce ileh) Purwoko Widodo, dan Ciptoyo bocah Tanggeran.

Beberapa kata kunci yang udah gue gunain diantaranya:
SMK Negeri Kebumen
SMKN Kebumen
SMK Negeri 2 Kebumen
SMKN 2 Kebumen
Pono Haryanto
Ngabdan Arifin
Ciptoyo

Hasilnya cuma ketemu Ciptoyo aja, jadi heran neh kenapa gak bisa ditemukan. Apa karena teman teman Alumni Teknik Mesin STM Negeri Kebumen Angkatan 1994 masih pada gaptek (sorry yah :D), kok susah sekali nemuin nama teman gue ini.

Ke depannya gue berharap kalau ada yang mencari di google.co.id dengan kata kunci STMN Kebumen, STM Negeri Kebumen, SMKN 2 Kebumen, atau SMK Negeri 2 Kebumen kamu kamu akan terdampar ke blog ini, sehingga silaturahmi kita bisa tersambung kembali.

Oyah, pada waktu gue sekolah di STM Negeri Kebumen kepala sekolahnya adalah Bapak Drs. Kartono, yang kemudian naik jabatan dan digantikan oleh Bapak Drs. Ch. Heru Subroto. Wali Kelas gue diantaranya Pak Purwanto saat kelas satu, tapi digantiin oleh Bapak yang gue udah lupa namanya, kelas dua ama Pak Bambang, Kelas tiga ama Pak Arso Jatiwiyoso.

Guru guru yang masih gue inget udah jarang sih, cuma guru bahasa inggris aja yaitu Ibu Emilia Pirenaningtyas. Yang lainnya maaf yah, blom ingat dan belom coba untuk mengingat kembali.

Ok, dan inilah nama teman teman gue Alumni Teknik Mesin STM Negeri Kebumen Angkatan 1994:

  1. Agung Prabowo
  2. Agus Siam Purnomo
  3. Agus Wiyanto
  4. Ahmad Anif Fauzi
  5. Ahmad Haeti
  6. Arif Rachman Hakim
  7. Bambang Maulidi
  8. Budi Utomo
  9. Catur Pamuji
  10. Ciptoyo
  11. Daroso
  12. Dedi Kurniadi
  13. Dwi Joko Utomo
  14. Farkhanuddin
  15. Heru Kurniawan
  16. Heru Prajoko
  17. Kasiman
  18. Misbah Khodin
  19. Mulyono
  20. Ngabdan Arifin
  21. Pono Haryanto
  22. Purwoko Widodo
  23. Rachmat Hidayat
  24. Sarjono
  25. Slamet
  26. Subhan Jauhari
  27. Sukri
  28. Suroto
  29. Syafrudin
  30. Taat Budiyanto Triwaluyo
  31. Tukiman

Itu dulu deh, kapan kapan disambung lagi yah. Kalau kamu adalah salah satu Alumni Teknik Mesin STMN Kebumen Angkatan 1994 dan belum kesebut namanya, gue mohon maaf yah. Hubungi gue dong biar gue masukkin ke daftar. Kamu boleh hubungi gue ke alamat email ini: purwokowidodo[at]gmail.com.

Labels:

Monday, April 28, 2008

Orang Bodoh Vs Orang Pintar

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya di bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka di suruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar "meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap di berikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto
Liem Siu Liong (BCA group).

Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

PERTANYAAN :
Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh??
Susahmana antara orang pinter atau orang bodoh??

KESIMPULAN:
Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh. Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh. Kata kunci nya adalah "resiko" dan "berusaha", karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.

Disalin dari milis TDA

Labels:

Sunday, April 27, 2008

Sekolah Impian Masa Depan

Berani bermimpi, begitulah makna yang kutangkap dari novel tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Kisah hidupnya yang memukau dalam untaian novel setebal ratusan halaman lahap kubaca, tak ingin jeda. Akhir pekan ini kugunakan waktuku semua untuk menuntaskan novel yang luar biasa ini.

Mengenai impian, secara sadar atau tidak sering akan menjadi kenyataan dalam hidup. Setidaknya itu yang kualami.

Dahulu sekali, sebelum aku membaca buku Berpikir dan Berjiwa Besar karya David J Schwartz, aku sering membaca buku buku milik Oom yang banyak bertumpun di lemari kayu buatan sendiri, lemari yang dibuat tanpa seni sama sekali, tidak diketam supaya halus, apalagi dicat. Namun lemari atau tepatnya rak buku raksasa tersebut sangatlah kokoh, berukuran panjang dua meter, tinggi satu setengah meter, serta kedalaman setengah meter. Disitulah buku buku milik Ibuku dan saudara saudaranya yang berjumlah sembilan orang disimpan. Aku tidak ingat apa judul buku itu, tapi rasanya seperti buku pelajaran anak SD, tebakanku itu buku Bahasa Indonesia. Buku tersebut memuat banyak sekali cerita, dari cerita Malin Kundang, Budaya dan Negeri Minangkabau, sampai cerita shock culture orang kota yang berlibur ke pedalaman Mandailing.

Ada lagi buku yang kupinjam di perpustakaan waktu SD, judul bukunya kalau tidak salah Terompah Usang yang Sudah tak Terpakai Lagi, agak lupa lupa ingat, tapi yang pasti ada kalimat Terompah Usang. Di buku tersebut semua kisah hampir mengenai tanah minang dan sekitarnya, dari buku buku tersebutlah mulai terbayang di kepalaku bentuk rumah orang Minang seperti yang ada di koin perak Rp 100 waktu aku kecil.

Ada satu kata dalam bahasa Mandailing "babiat" dalam satu cerita di buku yang aku baca, masih aku ingat jelas sampai sekarang. Arti kata babiat adalah basah atau berair dalam bahasa Padang (kalau gak salah), dan berarti harimau dalam bahasa Mandailing. Ceritanya orang padang berlibur ke Mandailing, dan diajak ke kebun oleh teman temannya. Karena masih pagi dan banyak embun maka keluarlah kata babiat dari mulut orang padang, sontak orang Mandailing terkejut dan lari pontang panting karena dikira teman dari kota nya melihat harimau. Begitulah, cerita di buku lebih lucu dan aku belum bisa menceritakan sebaik di buku tersebut.

Singkat cerita, aku telah tamat STM. Rencana sebelumnya ingin merantau ke Jakarta dimana Oomku buka bengkel mobil, tapi karena sudah tiga bulan sejak tamat STM Oom aku tidak ada menghubungi, maka aku tidak bisa berkutik. Pada saat itu awal tahun 1998, dimana reformasi sedang mulai dikumandangkan di kampus kampus. Mungkin bengkel Oom aku terkena imbas krisis moneter sehingga tidak bisa mempekerjakan aku. Maka karena sudah muak jadi pengangguran di kampung, akhirnya aku berangkat ke Padang, tempat adik laki laki ibuku bekerja.

Akhirnya aku sampai juga di Padang...

Lalu apa hubungannya dengan impian tak sengajaku pada waktu kecil? Begini Kawan (meniru gaya menulis Andrea Hirata), Aku sama sekali tidak menyangka kalau aku bakal terdampar di Ranah Minang atau Minangkabau. Aku tahu memang tujuanku ke Padang, tapi aku sama sekali tak mengerti kalau Padang itu termasuk dalam ranah Minang. Hanya sesampai di Padang itulah aku melihat rumah rumah adat yang bertanduk tanduk. Persis seperti bayanganku waktu masih kecil, aku merasa seperti reuni dengan hayalan masa kecilku. Aku semakin heran karena rumah adat yang demikian itu semakin banyak aku jumpai. Akhirnya aku berada di Padang, dan waktu mulia bekerja sebagai tukang sapu aku bertanya kepada si Bos, Minangkabau itu dimana. Jawabanya tentu saja kakiku sedang menjejak Ranah Minang itu. Aku seperti bermimpi bisa menemukan rumah adat bertanduk, dan seluruh keajaiban tanah Minang, dan tentu saja Kawan, saat itu aku menjalani mimpi sebagai kenyataan.

Di akhir tulisan, bahkan cewek aku adalah orang Mandailing. Ajaib sekali bukan? Oleh karenanya bermimpilah, sejak kecil. Seliar apapun impian itu, ingat Kawan, mimpi itu gratis. Jadi lakukan sebanyak banyaknya, seliar liarnya, dan ketahuilah bahwa impian itulah jalan hidup yang akan engkau jalani nanti dalam kehidupan.

Kalau tahu mimpi itu akan menjadi kenyataan, tentu dulu aku akan memimpikan banyak hal yang asyik asyik, tempat yang indah indah, dan segala yang menyenangkan. Coba kalau dulu aku baca buku tentang Paris, Belanda, Eropa, Afrika, Amerika dan semua negara di muka bumi ini, tentu aku sudah keliling dunia seperti pengalaman Andrea Hirata yang dituliskan dalam Tetralogi Laskar Pelangi nya.

Membaca Tetralogi Laskar Pelangi, para guru sangatlah bagus dalam menyusun impian anak anak didik mereka. Inilah yang menjadi modal keberanian anak anak miskin dari pedalaman Belitong itu berani bermimpi, ya... tak salah... karena guru mereka hebat hebat! Oleh karenanya, aku akan membuat sekolah dari Pendidikan Pra Sekolah sampai Perguruan Tinggi yang akan mengajarkan kepada murid muridnya untuk berani bermimpi. Sekolah itu akan aku namakan Sekolah Impian Masa Depan. Keren sekali bukan?

Baiklah Kawan, sebagai penutup...

Meskipun saat ini usiaku sudah kepala tiga, tapi tidak terlambat untuk membuat impian. Aku masih mempunyai banyak waktu untuk bermimpi dan membuat impian tersebut jadi kenyataan. Ayo, kamu berani bermimpi juga? Kalau belum silakan beli Novel Tetralogi Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata, yang terdiri dari empat buku yaitu: 1. Laskar Pelangi; 2. Sang Pemimpi; 3. Endensor; 4. Maryamah Karpov.

Dijamin! Setelah membaca novel tersebut Anda akan menemukan banyak impian masa kecil anda yang telah jadi kenyataan saat ini. Dan yang lebih penting, Anda akan mulai berani bermimpi!


Sahabatmu,


Purwoko Widodo

Labels: